Tampilkan postingan dengan label Roda 2. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Roda 2. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 Agustus 2014

Vespa 946 Bellisima, Scooter Unik Para Kolektor

Pabrikan scooter tua asal Italia, Vespa kembali meluncurkan produk andalannya, yakni Vespa 946 Bellisima. Meneruskan versi sebelumnya yang cukup laris dan hanya dijual dengan stok yang sangat terbatas, tidak salah bila Dunia Otomotif mengatakan bahwa sasaran mereka adalah para kolektor.

Bila kita termasuk pecinta atau pengguna Vespa sejak model yang lama, kita pasti sangat kagum melihat desain Vespa 946 Bellisima ini. Sama seperti versi terdahulu yakni masih menggunakan 1 jok bangku saja, semakin jelas sebenarnya sasaran pasarnya.

Vespa 946 Bellisima blue midnight

Mesin yang disematkan pada Vespa 946 Bellisima ini masih sama seperti mesin versi terdahulunya, bersistem injeksi dengan kapasitas 150 cc 3V. Untuk fitur keamanan, Vespa memberikan fitur ABS pada rem cakramnya lengkap dengan traksi kontrol yang mampu mengontrol perputaran rodanya.

Vespa 946 Bellisima Grey Metallic

Hadir hanya dengan 2 jenis warna saja, yakni Grey Metallic dan Blue Midnight, Vespa 946 Bellisima dijual dengan harga $ 10.500 yang setara dengan Rp. 123 jutaan dan hanya tersedia 100 unit saja di seluruh dunia.

Senin, 16 April 2012

Kendaraan Warna Hitam Perlu Perawatan Ekstra

Salahsatu aspek penting menentukan pilihan membeli adalah warna. Dari beberapa warna, yang paling banyak disukai adalah hitam, silver dan putih.

Dari ketiga warna, ternyata hitam - sering dinilai tidak mudah kotor - justruk  paling sensitif di antara warna lainnya. Hitam memang sering diasumsikan sebagai eksklusif dan berkerlas dan  "old fashioned". Ternyata cat hitam memerlukan perawatan ekstra agar tetap terlihat cemerlang.

Dijelaskan, proses pengecatan ulang di bengkel Auto2000 -  khusus mobil hitam - memerlukan kewaspadaan ekstra. Mulai dari teknik pengecatan, pemolesan, sampai pengamplasan.

Memang ringan, namun informasi ini cukup berguna bagi Anda yang mau beli mobil! Jadi kalau Anda tetap mau keren dengan mobil hitam, siap-siap perawatan ekstra.

Sumber: otomotif kompas

Rabu, 11 April 2012

Hyosung GT250R, Siap Masuki Pasar 250cc

Sosok Hyosung GT250R
Garware selaku mitra Hyosung Korea di India menghadirkan GT250R dengan nama- kemungkinan -  Comet. Sepeda motor sport bertudung ini akan menjegal Kawasaki 250R, Honda CBR 250R, dan Suzuki 250 yang juga akan hadir tahun ini di India.

Secara desain GT250R memiliki tudung menyerupai model CBR 250R dengan panjang 2.060 mm, lebar 655 mm, tinggi 1.125 mm dan jarak sumbu roda 1.445 mm serta bobot 171 kg. Lampu depan model lonjong ke atas dengan sepasang ventilasi udara di bawahnya.

Untuk suspensi, pada bagian depan menerapkan model upside down telescopic dan sokbreker tunggal tipe linkage belakang. Pengurang laju memakai cakram ganda semi floating dengan 2 piston di masing - masing kalipernya. Sedangkan belakang cakram tunggal dengan 2 piston. Lingkar roda berdiameter 17 inci dengan ban depan ukuran 110/70 54H dan belakang 150/70 69H.

Sama halnya dengan Ninja 250R, GT250R menggunakan mesin V  dua silinder 75 derajat, DOHC, sistem injeksi berkapasitas 249 cc dengan pendingin air. Racikan mesin tersebut mampu mengeluarkan tenaga maksimum  28,5 PS dan torsi 22,8 Nm. Besar daya tersebut akan mampu meladeni performa Ninja 250R dengan 31,4 PS.

Salah satu keunggulan produk negeri ginseng ini di soal harga yang lebih murah dilego dengan kisaran harga 1,5 - 2 lakh Rupee India atau sekitar Rp 26,9 juta - Rp35,9 juta, lebih murah dari Ninja.

Di Indonesia, PT Honlei Motor Indonesia selaku ATPM Hyosung baru di Tanah Air (pengganti PT Solomo) sudah memasukkan TPT. Ada kemungkinan diluncurkan tahun ini juga

Sumber: kompas otomotif

Selasa, 27 Maret 2012

Perawatan Transmisi Otomatis

Kendaraan dengan transmisi otomatis memang lebih nyaman untuk digunakan di kota-kota besar sekarang ini karena sangat rawan dengan kemacetan.

Namun, mungkin masih banyak pemilik kendaraan otomatis yang belum mengetahui bagaimana perawatan. Kali ini saya mau berbagi tips cara perawatan transmisi otomatis kendaraan anda, terutama pada masalah jadwal pergantian oli transmisi. Tips ini saya dapatkan dari otomotifnet.

Menurut Eddie dari Boss Matic di area Karang Tengah, Ciledug, sebenarnya pergantian oli transmisi otomatis tidak perlu menuruti dari buku manual kendaraan anda karena ada “engine working hours” yang disebabkan macet yang sering kita hadapi di jalanan.

Menurutnya sebaiknya gantilah oli transmisi kendaraan untuk mobil-mobil Jepang setiap 10.000 km. Sedangkan kalau mobil Eropa yang pakai oli long life sekitar 40.000 km. Jadi jangan salah kaprah dengan menggunakan tipe oli long life time bukan berarti tidak perlu ganti oli. Biasanya oli long life time digunakan pada kendaraan Eropa seperti BMW, Audi, dan VW.

Namun untuk kendaraan asal Jepang biasanya diganti setiap 20.000 km, namun karena banyaknya kemacetan di jalanan, sebaiknya diganti setiap 10.000 km.

Semoga bermanfaat ^_^

Minggu, 08 Agustus 2010

Sistem Kerja Mesin Hybrid

Kerja mesin hybrid salah satunya tergantung pada laju kendaraan tersebut, yaitu:

1. Saat Start
Tenaga berasal dari motor depan dan belakang dengan menggunakan tenaga baterai.

2. Saat Kecepatan Rendah
Mobil hanya digerakkan oleh motor depan menggunakan tenaga baterai.

3. Saat Normal
Baterai dimatikan dan digantikan oleh bensin yang difungsikan melalui CVT untuk mencapai efisiensi bahan bakar.
4. Saat Mode 4WDMesin bensin merupakan sumber tenaga roda depan, sedangkan roda belakang digerakkan oleh motor belakang saat dibutuhkan penambahan tenaga.

5. Saat Melaju Kencang
Tenaga bersumber dari mesin bensin dan motor depan. Motor belakang memberikan tenaga tambahan saat dibutuhkan.

6. Saat Mengurangi Laju & Saat PengeremanMotor depan dan belakang berfungsi sebagai generator dan mengisi baterai.

Dikutip dari: sini

Jumat, 26 Februari 2010

Tips Memilih Pelumas Yang Baik


Memilih Pelumas :
Perhatikan tingkat mutu dan kekentalannya
Saat ini banyak sekali jenis dan merek pelumas yang beredar di pasar, masing-masing menawarkan kelebihan. Karenanya tak jarang banyak pengguna pelumas yang bingung memilih pelumas yang sesuai untuk kebutuhan mesinnya. Sayangnya, tak semua pemakai pelumas memahami dasar penggunaan pelumas. Biasanya pemilik kendaraan pasrah saja dan mempercayakan urusan yang satu ini kepada para mekanik di bengkel. Apapun kata mekanik mereka terima begitu saja. Karena tak heran jika satu mobil sering berganti-ganti merek dan jenis pelumas, sesuai saran dan "kepentingan" mekanik. Lalu bagaimana sebenarnya cara memilih pelumas yang baik untuk mesin kendaraan?
Minyak pelumas terdiri dari berbagai jenis. Dalam penggunaannya harus disesuaikan dengan persyaratan mesin yang telah ditentukan oleh pembuat mesin. Karena itu kenalilah mesin anda dan ketahuilah pelumas dengan spesifikasi apa yang direkomendasikan untuk digunakan. Mesin-mesin diesel berbahan bakar solar seperti truk atau angkutan umum berbeda kebutuhan pelumasnya dengan mobil yang berbahan bakar bensin. Karena itu ada pelumas yang dirancang khusus untuk mesin bensin, ada pula yang dirancang khusus untuk mesin diesel. Tapi ada juga pelumas yang dapat digunakan untuk keduanya, untuk mesin bensin bensin sekaligus mesin diesel. Pelumas yang pada spesifikasinya tercantum kode ganda misalnya SG/CD, berarti pelumas tersebut dapat digunakan untuk mesin bensin (dengan spesifikasi SG) dan mesin diesel (dengan spesifikasi CD). Penyebutan kode SG terlebih dahulu menyatakan bahwa pelumas tersebut lebih diutamakan untuk mesin bensin.
Pelumas sangat menentukan kemampuan kerja sebuah mesin, baik otomotif maupun industri. Pemilihan dan penggunaan pelumas yang tepat akan sangat membantu kelancaran kerja dan keawetan sebuah mesin. Salah memilih pelumas bisa berakibat fatal. Dalam memilih pelumas ada dua hal yang harus diperhatikan dengan seksama yaitu : klasifikasi mutu pelumas (API Service) dan tingkat kekentalan pelumas (SAE).
Klasifikasi Mutu Pelumas (API Service)
Untuk mengukur standar mutu pelumas dipakai standar American Petroleum Institute (API) Service. American Petroleum Institute adalah sebuah lembaga resmi di Amerika Serikat yang diakui di seluruh dunia, yang membuat kategori pelumas sesuai dengan kerja mesin.
Klasifikasi pelumas mesin berbahan bakar bensin ditandai dengan huruf S sedangkan untuk mesin diesel (berbahan bakar solar) ditandai dengan huruf C. Klasifikasi sesuai dengan tingkat kemampuan pelumas dimulai dari yang terendah adalah SA, SB, SC, SD, SE, SF, SG, SH, SJ dan SL (untuk mesin bensin) dan CA, CB, CC, CD, CE, CF-4, CH-4 dan CI-4 (untuk mesin diesel). Pelumas yang memenuhi standar mutu ditandai dengan pencantuman kata "API Service", diikuti dengan klasifikasinya. Contoh : Pennzoil GT Performance Plus, API Service SJ.
Pelumas dengan API Service SL lebih baik kemampuan kerjanya dari SJ. Pelumas dengan API Service SJ lebih baik dari API Service SH, demikian seterusnya, yang berlaku juga untuk mesin diesel. Pelumas dengan API Service CH-4 lebih baik kemampuan kerjanya dari pelumas API Service CF-4. Oleh pembuat mesin, setiap kendaraan sudah ditentukan spesifikasi apa yang harus digunakan, yang tercantum dalam buku manual. Menggunakan pelumas yang spesifikasinya lebih tinggi dari yang ditentukan oleh pembuat mesin, tidak jadi masalah. Tetapi sangat tidak disarankan menggunakan pelumas dengan klasifikasi lebih rendah dari yang ditentukan karena akan berakibat kurang baik pada mesin.
Tingkat Kekentalan
Untuk mengurangi gesekan dan keausan, dibutuhkan "lapisan" di antara dua permukaan yang bergerak untuk mencegah kontak langsung logam dengan logam. Lapisan pelumas ini diperlukan dengan ketebalan yang minimum. Ketebalan lapisan pelumas tergantung pada kekentalan. Kekentalan adalah karakteristik yang sangat penting dari pelumas. Kalau kekentalan pelumas tinggi, maka lapisan pelumas yang terbentuk akan tebal. Kalau kekentalan rendah, maka lapisan pelumas yang terbentuk akan tipis.
Kalau standar API dipakai untuk mengukur standar mutu pelumas, maka untuk mengukur tingkat kekentalan pelumas dipakai standar SAE - Society of American Engineers.
Dalam pelumas dikenal dua tingkat kekentalan yaitu :
  1. Pelumas dengan kekentalan tunggal (mono grade)
    Monograde ditandai dengan satu angka SAE misalnya SAE 10, SAE 30, SAE 40, SAE 90, dll
  2. Pelumas dengan kekentalan ganda (multi grade)
    Multi grade ditandai dengan dua angka SAE misalnya SAE 10W-40, SAE 20W-50, dll
Pelumas mono grade hanya memiliki satu tingkat kekentalan. Pelumas kategori ini memiliki rentang yang relative sempit atau kecil terhadap perubahan temperatur. Kini yang banyak digunakan adalah pelumas multi grade. Pelumas multi grade memiliki rentang kekentalan yang relatif luas atau lebar, sehingga lebih fleksibel beradaptasi terhadap perubahan temperatur. Contohnya pelumas SAE 20W-50. Huruf W pada SAE 20W-50 menunjukkan bahwa bila pelumas dipakai pada suhu rendah (W=winter/dingin), pelumas akan bersifat seperti pelumas SAE 20. Sementara angka 50 menunjukkan bahwa pada suhu tinggi (panas) pelumas bersifat seperti SAE 50.
Dibanding dengan pelumas mono grade, maka pelumas multi grade bisa disebut "dingin tidak beku, panas tidak cair". Karena sifatnya yang fleksibel mempertahankan kinerja pada berbagai tingkatan suhu, maka pelumas ini relatif cocok dipakai untuk semua mesin.
Terkait: Evalube tips

Kamis, 25 Februari 2010

Busi Twin Tip dari Denso


Salah satu produsen busi terkenal Jepang, Denso, mengumumkan bahwa mereka secara resmi pada 6 Januari 2010 mulai memasarkan produk terbaru yang dinamai Twin Tip buat konsumen di Negeri Matahari Terbit.

Denso mengkalim, busi baru ini mampu mengirit konsumsi bahan bakar sampai 1,2 persen dibandingkan busi konvensional yang dibuat dari nikel. Keunggulan lain, busi ini menaikkan torsi 1,1 persen dan menurunkan kadar emisi karbondioksida 0,8 persen.

Menurut Denso, busi ini sebenarnya sudah dijual di Amerika Utara dan Eropa (termasuk Rusia). Ciri khas busi ini, elektroda massa (ground) juga mempunyai ujung, seperti elektroda tengah. Dengan struktur seperti ini, pengapian menjadi lebih baik.

Tak hanya itu, busi ini juga menggunakan materi hasil pengembangan terbaru, yaitu campuran nikel, untuk elektroda massa dan tengah. Materi ini memungkinkan elektroda tengah dibuat 40 persen lebih kecil dibanding busi konvensional yang dibuat dari nikel.

Dijelaskan, ukuran kecil pada elektroda berfungsi untuk mengurangi pembesaran nyala. Pasalnya, bila ukuran elektroda besar, maka busi akan menjadi dingin dan menyebabkan kinerja pengapian jadi menurun.

Umur pakai busi ini juga diklaim lebih lama, seperti busi yang dibuat dari iridium dan platinum. Namun karena Twin Tip menggunakan campuran nikel, harganya lebih murah dibandingkan iridium dan platinum. Adapun kinerjanya lebih baik atau di atas busi konvensional yang dibuat dari nikel. Karena itu, harga dan kinerja berada antara busi iridium/platinum dan konvensional (nikel).

Sumber: http://otomotif.kompas.com/read/xml/2010/01/05/11260593/busi.twin.tip.dari.denso

Honda 3R-C


Makin sesaknya lalu lintas kota dan kian sempitnya lahan parkir menyebabkan para desainer dan produsen mobil tambah tertarik dengan kendaraan kecil. Salah satunya adalah Honda Motor. Untuk itu, pada Pameran Mobil Geneva yang akan diselenggarakan dari 4 sampai 14 Maret mendatang, Honda akan menampilkan salah satu kendaraan konsep masa depan yang sekaligus dijadikan jagoan di arena itu, yaitu 3R-C bertenaga listrik.
Honda menilai konsep baru ini cukup radikal. Pasalnya, kendaraan kecil mirip sepeda motor roda tiga ini—dua di depan dan satu belakang—menggunakan setir seperti mobil. Karena itu pula, 3R-C disebut sebagai komuter kota minimalis tanpa emisi.
Kendati belum menjelaskan dimensinya, tetapi dengan postur minimalis, kendaraan dinilai mampu bergerak atau melakukan manuver secara lincah di tengah lalu lintas kota yang padat. Di samping itu, juga lebih mudah diparkir. Tingkat kenyamanan dan keamanannya pun jauh lebih baik ketimbang naik sepeda motor. Pasalnya, bodi dan pintu ikut melindungi pengendaranya.
Penampilan kendaraan cukup menarik. Motor roda tiga yang ekspresif dan hanya bisa dinaiki oleh pengendaranya (tak ada boncengan). Ciri khas lain dari 3R-C, yaitu dilengkapi dengan kanopi yang menutup jok atau interior ketika kendaraan diparkir atau tidak dipakai.
Begitu dijalankan, kanopi akan berfungsi sebagai tameng atau pelindung depan (windshield) yang melindungi pengendaranya dengan posisi duduk lebih rendah. Tambahan lain, di bagian depan disediakan tempat menyimpan barang yang bisa dikunci.
Menurut Honda, kendaraan konsep terbarunya ini merupakan hasil rancangan para desainer Eropa yang bekerja untuk Riset dan Desain Honda di Milan Italia.
Sumber: http://otomotif.kompas.com/read/xml/2010/02/25/06132171/honda.3r-c.komuter.minimalis.buat.perkotaan

Tip Merawat Motor


Berikut tip mudah merawat motor:
1. Periksa kondisi oli, karena oli berperan penting untuk melumas komponen-komponen mesin, seperti stang seher, seher, dan ring seher, kruk as dan noken as atau stang klep. Jika minyak pelumas sudah berwarna kehitam-hitaman atau kelenturan daya lumasnya berkurang, maka sebaiknya segera diganti dengan oli yang sesuai dengan rekomendasi pabrikan.
2. Periksa kondisi aki. Jangan biarkan air aki melewati batas maksimum dan minimum yang mengakibatkan bisa mempercepat kerusakan pada sel-sel aki. Tambahkan aki pada pagi hari. Segera ganti jika baterai atau aki sudah mulai melemah.
3. Periksa rantai dan gir. Jangan biarkan rantai terlalu kendor atau terlalu kencang. Cek juga kondisi gir, jika sudah tajam segera ganti karena jika tidak rantai bisa tiba-tiba putus.
4. Periksa kabel koil dan busi. Segera ganti kabel yang kelihatannya sudah cukup umur dan banyak terlihat keretakan dan pengerasan pada kabel. Jangan lupa perhatikan keberadaan busi karena busi sangat vital untuk kelancaran sebuah mesin kendaraan.
5. Perhatikan selang bensin. Jangan membiarkan kondisi selang bensin mengeras atau terjadi retakan-retakan, karena bagian dalam selang bisa jadi sudah tidak elastic dan mengakibatkan serbuk kotoran yang berasal dari selang terbawa ke karburator.
6. Panaskan mesin selama dua menit. Panaskan mesin sebelum motor dijalankan agar sirkulasi oli bisa melumasi seluruh bagian dalam mesin yang bergerak.
7. Periksa tekanan angin ban. Jangan terlalu keras dan juga jangan kurang karena bisa berakibat kembang ban motor rusak.
8. Selalu menggunakan suku cadang yang asli.
Sumber: http://warungtips.com/tip-merawat-motor.html

Menjaga Elastisitas Si Kenyal (Ban)

Cuaca ekstrem - hujan dan panas terik - menjadi musuh utama karet-karet di mobil. Komponen-komponen itu antara lain karet wiper, pintu, kap mesin, lis kaca, dan masih banyak lagi. Jika sampai terabaikan, potensi menggangu saat berkendara semakin terbuka.

Agar elastisitas dan kekenyalan terjaga, semprotkan cairan mengandung silikon. "Minimal lakukan satu kali dalam sebulan. Cairan perawatan karet beragam dijual di pasaran," sebut Robertus Lukman dari PT Kharisma Perkasa, distributor Autoglym di Indonesia.

Ikuti langkah-langkah perawatannya.
• Persiapkan alat dan kelengkapan seperti kain lap basah dan kering, kuas, cairan pelembab karet yang mengandung silikon.
• Bersihkan terlebih dahulu permukaan karet dan sekitarnya.
• Selain lap, pergunakan kuas untuk membersihkan debu yang masih melekat.
• Semprotkan spray yang mengandung silikon di sekujur karet secara merata.
• Cara lain adalah dengan menyemprotkan spray ke spons. Selanjutnya oleskan cairan tadi ke sekujur komponen karet yang dituju.
• Diamkan sejenak dan pastikan cairan tersebut meresap ke dalam karet.
• Komponen karet siap tampil lebih segar.

Ingat, langkah ini merupakan pencegahan agar fungsi komponen dari karet tidak sampai mengalami kerusakan. Langkah di atas tidak berlaku buat karet yang sudah rusak.

Sumber:
http://otomotif.kompas.com/read/xml/2010/02/23/18082353/menjaga.elastisitas.si.kenyal

Perbandingan Kompresi Vs Oktan Bensin

Kendati sering dicantumkan dalam spesifikasi mesin, ternyata masih banyak dari mereka yang mengaku sebagai pencinta otomotif belum mengerti tentang perbandingan kompresi. Di lain hal, masih ada juga produsen yang tidak mau mencantumkan aspek yang satu ini.
Padahal, dengan mengetahui perbandingan kompresi, si pemilik mobil tahu "menu" BBM yang cocok untuk mesin kendaraannya. Apakah premium (88), bensin dengan oktan 92, atau 95? Apakah mesin tersebut termasuk efisien atau tidak?

Kompresi Tinggi
Perbandingan di sini bukanlah kompresi atau tekanan, melainkan lebih tepat pada perbandingan ruangan atau volume. Perbandingan kompresi adalah perbandingan volume ruangan ketika piston berada di titik mati atas (TMA) dan titik mati bawah (TMB).
Saat berada di TMA, di atas puncak piston masih tersisa sedikit ruang untuk memampatkan udara dan bahan bakar (mesin bensin), busi, injektor (untuk injeksi langsung), dan tentu saja kepala klep yang mengatur keluar masuk udara segar dan sisa pembakaran.
Selanjutnya, ketika berada di TMB, ruang yang ada di atas piston sangat besar. Selain ruang kecil di kepala silinder, kini ada tambahan ruang dari blok silinder dengan ukuran lebih besar.
Nah, bila dibandingkan, antara ruang saat piston berada di TMA dan TMA, itulah yang disebut perbandingan ruang kompresi. Kalau perbandingan kompresi disebutkan 10,0 : 1, maka itu berarti perbandingan ruang saat piston di TMA dan TMB adalah 10,0 : 1.
Makin tinggi perbandingan kompresi, makin efisien kerja mesin. Namun, mesin juga butuh bahan bakar dengan kualitas lebih baik. Misalnya, untuk mesin dengan perbandingan kompresi 10 : 1, tak ada tawar-menawar lagi selain harus menggunakan bensin dengan nilai oktan di atas 90.
Pada kondisi darurat, BBM yang dipakai bisa saja premium. Namun kalau dipaksa terus menggunakan asupan yang kurang bagus ini, maka pencernaan "perut" mesin juga tidak akan bekerja dengan normal.
Sebagai contoh, kompresi tinggi yang membuat mesin lebih efisien dapat dilihat pada salah satu produk Honda yang menggunakan dua mesin berbeda, yaitu CR-V, seperti berikut.

2.0 liter
2.4 liter
Perbandingan kompresi
10,5 : 1
9,3 : 1
Tenaga maks (PS @rpm)
150 @6.200
170 @5.800
Torsi maks (kg-m @rpm)
19,4 @4.200
22,2 @4.200

Lebih EfisienMesin CR-V 2.0 liter yang masih menggunakan teknologi katup SOHC ternyata lebih efisien dibandingkan mesin 2,4 liter DOHC dengan perbandingan kompresi yang tinggi. Berdasarkan data di atas, mesin 2,0 liter mampu menghasilkan tenaga 75 PS per liter, sedangkan mesin 2,4 liter menghasilkan 70,8 PS per liter. Begitu juga dengan torsi. Mesin 2,0 liter menghasilkan 9,7 kg-m per liter, sedangkan mesin 2,4 liter hanya 9,25 kg-m per liter.

Dikutip dari: http://otomotif.kompas.com/read/xml/2010/02/22/17181010/perbandingan.kompresi.vs.oktan.bensin

Contact us

Nama

Email *

Pesan *