Selasa, 27 Maret 2012

Perawatan Transmisi Otomatis

Kendaraan dengan transmisi otomatis memang lebih nyaman untuk digunakan di kota-kota besar sekarang ini karena sangat rawan dengan kemacetan.

Namun, mungkin masih banyak pemilik kendaraan otomatis yang belum mengetahui bagaimana perawatan. Kali ini saya mau berbagi tips cara perawatan transmisi otomatis kendaraan anda, terutama pada masalah jadwal pergantian oli transmisi. Tips ini saya dapatkan dari otomotifnet.

Menurut Eddie dari Boss Matic di area Karang Tengah, Ciledug, sebenarnya pergantian oli transmisi otomatis tidak perlu menuruti dari buku manual kendaraan anda karena ada “engine working hours” yang disebabkan macet yang sering kita hadapi di jalanan.

Menurutnya sebaiknya gantilah oli transmisi kendaraan untuk mobil-mobil Jepang setiap 10.000 km. Sedangkan kalau mobil Eropa yang pakai oli long life sekitar 40.000 km. Jadi jangan salah kaprah dengan menggunakan tipe oli long life time bukan berarti tidak perlu ganti oli. Biasanya oli long life time digunakan pada kendaraan Eropa seperti BMW, Audi, dan VW.

Namun untuk kendaraan asal Jepang biasanya diganti setiap 20.000 km, namun karena banyaknya kemacetan di jalanan, sebaiknya diganti setiap 10.000 km.

Semoga bermanfaat ^_^

Selasa, 06 Maret 2012

Produk Ford yang Siap Masuk Indonesia Tahun Ini

Memasuki tahun 2012 ini, PT Ford Motor Indonesia siap untuk meluncurkan produk terbaru mereka untuk bersaing kembali di pasaran otomotif Indonesia. Terdapat tiga jenis produk baru dari Ford yang disiapkan untuk pasar Indonesia pada tahun 2012 ini, yaitu All-New Focus, All-New Ranger, dan Ecosport.

Dari ketiga produk tersebut yang paling baru adalah Ford Ecosport yang berjenis MPV dan nantinya akan bersaing dengan Toyota Rush, Daihatsu Terios, serta Nissan Juke.

All New Focus (sumber: repubika.co.id)
Ford Ecosport ini akan dibekali mesin 3 silinder 1.0-liter. Walaupun memiliki kapasitas mesin yang lebih kecil dari para pesaingnya yang sudah lebih dulu hadir namun mesin Ford Ecosport mampu menghasilkan tenaga 120 PS yang berarti lebih besar dibanding Rush-Terios dan Juke yang masing-masing memiliki 107 PS dan 113 PS. Tenaga yang lebih besar itu diperoleh karena adanya turbocharger.

Ford Ecosport (sumber:automotiveworldinfo.com)
Ecosport sebelumnya sudah diperkenalkan di Auto Expo 2012, di New Delhi, India. Di India, mobil Ford ini dipasarkan dengan harga 8 lakh rupee atau sekitar Rp 138,05 juta. Untuk di Indonesia pihak Ford Motor Indonesia belum bisa memprediksi harganya dan jadwal peluncurannya.

All New Ranger (sumber: langitberita.com)
Selain ketiga model Ford yang saya sebutkan di atas, pihak Ford Motor Indonesia juga masih mempersiapkan satu model mobil untuk dapat bersaing di kelas sedan seperti Toyota Vios, Honda City, dan Mazda 2 sedan, yaitu Ford Fiesta Sedan.

Sabtu, 30 Juli 2011

Tips Rotasi Ban Mobil


Sehebat apa pun ban bila tidak pernah dirotasi performanya akan lebih cepat menurun. Atau paling tidak, ban di kedua poros — depan dan belakang — tidak berfungsi maksimal. Keausan tidak merata menjadi hal paling logis mendera. Dan bisa ditebak, usia pakai ban semakin pendek.

“Rotasi ban itu perlu, terutama bila sudah mencapai 7.500 kilomter sampai 10.000 kilometer. Tujuannya agar tingkat keausannya merata. Namun rotasi ban juga caranya bermacam-macam,” jelas Singgih Aji Wibowo, Senior Research & Development Manager PT Gajah Tunggal — produsen ban GT Radial.

Menurut Singgih ada 2 sistem rotasi ban. Pertama rotasi menggunakan keempat roda. Kedua, sistem yang dilakukan pada kelima ban termasuk serep.

Rotasi 4 BanSistem pertama pun bisa dilakukan dengan cara diagonal atau segaris. Untuk cara diagonal, yang perlu diperhatikan adalah arah penggantian. Dalam sistem ini yang perlu dilakukan adalah menukar roda depan kiri dengan belakang kanan, dan ban depan kanan dengan ban belakang kiri.

Selanjutnya penggantian sistem segaris, di mana roda depan kanan ditukar pindah dengan roda depan kiri. Sementara ban belakang kanan dengan ban kiri belakang.

Rotasi 5 BanSementara sistem untuk kelima ban caranya relatif mirip dengan cara diagonal. Ban serep dipasang di kiri belakang, selanjutnya ban kiri belakang pindah ke kiri depan. Ban depan kiri dipindah menyilang ke kanan belakang dan kanan belakang pindah ke kanan depan. Dan akhirnya ban depan kananlah yang menjadi ban serep.

Apapun sistem yang Anda aplikasikan, cara ini jelas memperpanjang usia pakai ban dan memaksimalkan fungsinya.

Sumber: dapurpacu.com

Jok Mobil akan Menjadi Pendeteksi Penyakit Jantung


Para ahli rekayasa dari Ford European Research Centre dan Rheinisch-Westfälische Technische Hochschule, Aachen University, tengah mengembangkan jok ‘cerdas’ yang dapat mendeteksi sejumlah penyakit pengemudi mobil.

Prototipe jok menggunakan teknologi ECG (electrocardiograph) untuk memantau impuls-impuls listrik dari jantung dan mendeteksi tanda-tanda penyimpangan sehingga dapat memberi peringatan dini kepada pengemudi guna berkunjung ke dokter. Bisa jadi penyimpangan dapat menyebabkan dia terkena serangan jantung atau masalah kardiovaskular lainnya.

“Sistem ini akan dapat mendeteksi jika seseorang mengalami masalah kardiovaskular, misalnya serangan jantung, dan juga bisa digunakan untuk mendeteksi gejala kondisi lain seperti tekanan darah tinggi atau ketidakseimbangan elektrolit,” kata Dr Achim Lindner, petugas medis dari Pusat Penelitian Ford. “Sistem ini bukan hanya menguntungkan pengemudi, tetapi juga bisa membuat jalan lebih aman untuk semua pengguna.”

Ford menguji kursi prototipe untuk memahami bagaimana bisa bekerja dengan sistem-sistem canggih lainnya yang diaplikasi mobil-mobil Ford. Sistem ini akan memperingatkan supir untuk menepi dan mencari perhatian medis, atau mungkin bahkan mengirimkan peringatan kepada para pekerja darurat medis jika diperlukan.

Suatu penelitian di Eropa oleh Methods of Roadside Testing and Assessment menunjukkan 23% dari jumlah pengemudi yang mengidap gangguan kardiovaskuler mengalami kecelakaan. Dan bagi mereka pengidap angina (nyeri dada) angkanya lebih tinggi lagi, yakni 52%.

Pada 2025, populasi penduduk berusia 65 tahun atau lebih diprediksi mencapai 23% di Eropa. Jumlahnya naik menjadi 23% pada 2025. Dengan jumlah tersebut menandakan jumlah pengemudi yang terkena serangan jantung akan meningkat signifikan.

Sumber: dapurpacu.com

Rabu, 23 Februari 2011

IVy Mobil Bertenaga Surya Tercepat di Dunia

Para mahasiswa dari University of of New South Wales berhasil memecahkan rekor kendaraan bertenaga surya.

Seperti dikutip dari situs Wired, mereka berhasil memecahkan rekor kecepatan tadi menggunakan sebuah kendaraan bernama Sunswift IV atau disebut juga dengan IVy.

IVy yang dikendarai oleh Barton Mawer di balik kemudi, berhasil mengukir kecepatan 55,14 mil per jam atau 88,7 km per jam. Kecepatan ini melampaui rekor sebelumnya yang hanya 79 km per jam.

Rekor kecepatan itu dapat diraih IVy pada dua kesempatan di dua lintasan sepanjang 2,5 km, di markas AU Australia, Nowra. Rekor kecepatan tertinggi IVy sendiri adalah 56,85 mil per jam atau 89,88 km per jam.

"Ini memang jalan yang panjang, namun kami sangat gembira dengan hasil yang kami raih," ujar Project manager Sunswift, Daniel Friedman, kepada Wired.

Menurut sang pengemudi Mawer, IVy sangat stabil saat dikendarai, walaupun penanganannya sempat sedikit berubah, setelah sel baterai kendaraan ini - yang khusus diperuntukkan bagi perjalanan jauh, sempat dilepas oleh tim.

"Kendaraan ini memang dirancang untuk stabil pada kecepatan tadi, sehingga aerodinamika membuat kendaraan menjadi stabil," kata Mawer.

Namun, IVy ditargetkan untuk bisa berlari lebih cepat lagi. Saat ini IVy tengah dioptimasi lagi untuk menghadapi World Solar Challenge yang akan digelar Oktober mendatang.

"Visi kami adalah hadirnya tim-tim lain yang akan menantang kami dan memecahkan rekor kami kembali. Kami bahkan berusaha menemukan kendaraan baru yang didesain khusus untuk memecahkan rekor ini untuk mendapatkan kendaraan yang lebih efisien lagi,' kata Friedman.

Sumber: vivanews

Contact us

Nama

Email *

Pesan *